Huruf dan Kata

Inilah yang mem-paralel-kan hidup dan cerita. Yang disampaikan baik dalam bentuk pesona ataupun bisu. sebagai representasi makna

Pages

HOSPICE

Hospice adalah istilah kedokteran, sekilas memang tidak ada hubungannya dengan cinta tapi apa itu sebenarnya hospice???



Hospice adalah perawatan pasien terminal (stadium akhir) dimana pengobatan terhadap penyakitnya tidak diperlukan lagi. Dengan kata lain, sudah tidak memungkinkan bagi suatu penyakit untuk dihilangkan.


Hospice acapkali disebut sebagai perawatan medis yang sudah 'Menyerah' terhadap kemungkinan untuk sembuh


Perawatan ini bertujuan meringankan penderitaan dan rasa tidak nyaman dari pasien
, berlandaskan pada aspek bio-psiko-sosial-spiritual. dengan kata lain, perawatan ini hanya menitikberatkan pada pengobatan aspek perasaan pasien, seperti supaya tidak terlalu menderita dan meminimalisir rasa sakit pasien.

Meskipun terkesan pasrah, namun tetap saja perawatan Hospice dianggap penting. Bagi banyak dokter perawatan ini sama sekali tidak dianggap remeh, sebab meskipun sudah tak mungkin lagi menyembuhkan penyakit, tetap saja membantu pasien terhindar dari derita adalah suatu kewajiban, meskipun perawatan hospice tersebut sifatnya sederhana, seperti hanya memijit2 tangan supaya syaraf tenang, dsb.

Nah, apa hubungannya dengan cinta??


Bayangkan anda = Dokter




Penyakit yang tidak mungkin disembuhkan = Your Broken Heart



yang jadi pasien = Perasaan anda



Maka anda akan melakukan perawatan hospice terhadap perasaan anda. Se-simple apapun akan anda lakukan untuk meminimalisir rasa derita yang ditimbulkan dari penyakit broken heart anda. sekali lagi meskipun terkesan pasrah, Perawatan hospice amat penting bagi anda. dan karena anda adalah dokternya, maka anda punya metode sendiri2 dalam melakukan Hospice.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah Masalahnya, seringkali anda terlalu sibuk dengan perawatan Hospice anda, dan anda lupa bahwa anda adalah DOKTER!!!! masih bayak yang membutuhkan anda diluar sana. terlalu sibuk mengurusi diri sendiri jelas bukan hal yang bijaksana. Apalagi bagi serang dokter



Kepada perempuan yang menanti


Kepada perempuan yang menanti

Sembunyikan perih-perih sepi

Tuhan berikanlah rahmat yang melayang

Bukan pula harap yang berbayang


Biar sang nona berkata pada dua musim

Lekas letihlah sang sial memanggil

Agar tunjuk keatas sang sinar

Bangun! Bangun! Bangun dari pusaka hampa


Jikalau tak datang jua

Jangan dulu kau sangka durhaka cinta

Agar tak jadi sampah pesisir

Yang tak sekeras tegar nafasmu


Aku tahu engkau telah punya perhisan

Walau belum lengkap padamu kalung kepastian

Atau tiada padamu nyanyian idaman

Masih kau bisa berdiri dalam yang tak diharapkan

Harusnya saya nulis ini pas 17 agustus, tapi biarin lah
berikut puisi dari Prof. Sapardi

Selamat Pagi Indonesia

Selamat pagi Indonesia
Seekor burung mungil mengangguk
Dan menyanyi kecil buatmu
Akupun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu
Dan kemudian pergi untuk mewujudkan setia untukmu

Dalam kerja yang sederhana
Bibirku tak bisa mengungkapkan kata-kata yang sukar
Dan tanganku terlalu kurus untuk mengacung terkepal
Selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah
Di mata perempuan yang sabar

Di telapak tangan yang membantu para pekerja jalanan
Kami telah bersahabat dengan kenyataan
Untuk diam-diam mencintaimu
Pada suatu hari tentu kukerjakan sesuatu
Agar tak sia-sia kamu melahirkanku

Seekor ayam jantan menegak, da menjeritkan salam padamu
Kubayangkan sehelai bendera berkibar di sayapnya
Akupun pergi bekerja, menaklukkan kejemuan, merubuhkan kesangsian
Dan menyusun batu demi batu ketabahan, benteng kemerdekaan
Pada setiap matahari terbit, o anak jaman yang megah,
Biarkan aku memandang ke timur untuk mengenangmu

Wajah-wajah yag penuh anak-anak sekolah berkilat,
Para perempuan menyalakan api,
Dan di telapak tangan para lelaki yang tabah
Telah hancur kristal-kristal dusta, khianat dan pura-pura
Selamat pagi, Indonesia. Seekor burung kecil memberi salam
Kepada si anak kecil, terasa benar, aku tak lain milikmu





Puisi ini memang tidak se-terkenal puisi Sapardi yg "Aku Ingin", tapi puisi ini bagus kok



Prof. DR. Sapardi Djoko Damono lahir di Solo, 20 Maret 1940. Tamat di Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (1964), kemudian ia mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan pernah menjabat sebagai dekan dan guru besar di fakultas tersebut.



Pada sebagian sajak, tulisannya dianggap mempunyai gaya yg mirip dengan tulisan Goenawan Mohamad. kedua orang ini memang pada zamannya banyak memberikan karya-karya yang hebat

Halo :)

Nah pada post kali ini Mr kata mengangkat tema Puisi 'Nah lho???'

Sebenarnya apa itu Puisi 'Nah lho???', ini hanyalah istilah yg dipakai oleh Mr. Kata secara pribadi, untuk menggambarkan puisi yg lain dari yang biasanya ada, yg membuat majas "Memeras Otak" menjadi terkesan belum cukup relevan untuk menggambarkan apa arti dari Puisi2 yang tergolong Puisi 'Nah lho???' ini.......

Hehe penasaran???? check this out

Tragedi Winka dan Sihka

kawin
____kawin
________kawin
____________kawin
________________kawin
________________ka
______________win
____________ka
__________win
________ka
______win
_____ka
___win
_ka
___winka
_______winka
___________winka
_______________sihka
___________________sihka
_______________________sihka
___________________________sih
_________________________ka
_______________________sih
_____________________ka
___________________sih
_________________ka
_______________sih
_____________ka
___________sih
_________ka
___________sih
_____________sih
_______________sih
_________________sih
___________________sih
_____________________sih
_______________________ka
_________________________Ku

Memahami Puisi, 1995

Nah lho?????? Ada yg tau puisi ini artinya apa???

Nah lho?????? Bisa ngartiin ngga???

Hehehehe

dari perasaan seperti inilah istilah Puisi ‘Nah lho???’ muncul, saat ketika kata ‘Nah lho???’ inilah adalah kata yg cukup tepat yang benar2 mewakili kebingungan Mr. Kata waktu mencari apa arti dan maksud sebenarnya puisi ini, bahkan begitu saya Tanya Mr Huruf dia malah bilang “Ini puisi???????”

Puisi ini adalah karya dari Sutardji Calzoum Bachri, pria yang dianggap menggebrak dunia sastra Indonesia dengan karya-karyanya yang menghebohkan (Lihat saja puisinya)

Catatan : Mungkin ada istilah sastra tersendiri untuk menyebut karya2 seperti ini, tapi Mr Huruf belum tahu, nanti Tanya anak Sastra Indonesia dulu :p

3 kumpulan sajak Sutardji yang berjudul O, Amuk, dan Kapak boleh dikatakan telah menjadi bacaan wajib dan selalu dijadikan kajian dalam berbagai studi sastra di Fakultas Satra atau Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra di seluruh Indonesia.

Jadi… apa arti puisi ini?? Begini maksudnya

Jreng jreng

Pada bait awal kita menemukan kata ‘Kawin’ yang awalnya ditulis secara utuh.

Setelah itu kita langsung bertemu dengan belokan, yang menulis kata ‘kawin’ tidak ditulis secara utuh, tapi berubah menjadi dipenggal-penggal

See? Setelah dipenggal-penggal, lalu berbelok lagi dia kali ini malah kata ‘kawin’ dibalik jadi ‘winka’

Mengerti??? Maksudnya adalah, suatu perkawinan yang lama kelamaan kehilangan artinya, atau kehilangan maknanya, tadinya utuh berupa kata ‘kawin’ lama2 ia berbelok-belok kata kawin jadi terpenggal-penggal dan akhirnya berubahlah menjadi ‘winka’ dan ketika menjadi winka, hancurlah arti atau makna sebenarnya dari sebuah perkawinan itu

Sampai disini mengerti kan? Kalau makna kawin sudah hancur, maka dengan sendirinya makna kasih yang bersemi dalam sebuah perkawinan akan hancur pula, makanya sehabis kata ‘winka’ muncullah kata ‘sihka’ yang melambangkan hancurnya makna sebuah kasih

Dan kasih itu terus hancur maknanya sampai tak lagi diucapkan secara utuh ‘sih sih sih sih sih sih’

Terakhir muncul kata kaku, sebagai akibat bila perkawinan telah kehilangan artinya, dan kasih telah kehilangan maknanya, maka kehidupan manusia akan menjadi kaku, perasaannya

Maka Jadilah kita mengerti sekarang mengapa pada judul puisi ini terdapat kata tragedi :)

Sekarang 1 lagi puisi ‘Nah lho????’ dari seorang penulis Austria, Ernst jandl


1944/1945

1944 1945

krieg krieg

krieg krieg

krieg krieg

krieg krieg

krieg mai

krieg

krieg

krieg

krieg

krieg

krieg


Catatan : puisi ini dalam bahasa Jerman, krieg artinya perang

‘Nah lho???’

Maksud dari puisi ini yaitu, yang pertama2 kita harus membaca puisi ini secara horizontal, jangan diagonal

Maka dalam tahun 1944 ada 12 kata krieg yang muncul

Maksud dari 12 kata itu adalah 12 bulan yg ada dalam satu tahun. Artinya sederhana, berarti sepanjang tahun 1944 terus terjadi perang dari mulai krieg yang pertama (Januari) sampai krieg yang ke 12 (Desember)

Setelah itu di tahun 1945, ada 12 krieg dan 1 mai, maksudnya sama, berarti dari bulan januari sampai april, tetap terjadi perang, barulah bulan ke-5 ditulis mai (Mei, bulan sebenarnya)

Ehem , coba kita buka buku sejarah, ada apa pada tahun 1944 dan 1945?????????

Ya benar, perang dunia ke dua


mengapa sepanjang tahun 1944 sampai April 1945 dia tidak menulis nama bulan seperti Januari, Februari, dsb dan malah menulis kata krieg? Mengapa dia baru menulis nama bulan saat Mei 1945, saat perang dunia ke-2 berakhir?

Maksudnya jadi waktu-waktu perang, 16 bulan sebelum mei 1945, waktu itu tidak ada artinya. Dia baru menulis waktu itu ada artinya saat bulan mei. Ketika perang berakhir.

Dalem ya




Stevie Wonder lahir di Saginaw, Michigan, USA 13 Mei 1950, terkenal sebagai penyanyi, penulis lagu, produser rekaman, juga aktivis sosial

Mungkin angkatan modern seperti kita tak mengenalnya secara mendalam, namun rasannya kita akan ingat kalau mendengar lagu i just called.... to say.... i love youuu yg mungkin dulu bapak kita sering puter


lewat lagu I Just Called To Say I Love You itulah Stevie Wonder mendapatkan piala Oscar untuk kategori lagu terbaik, juga ia mendapat lifetime achievement award pada perhelatan musik paling prestisius Grammy Award

Stevie Wonder lahir prematur, kemungkinan karena terlalu banyak menerima oksigen dalam inkubator, ia sejak lahir menderita kebutaan. namun ibunya mendidiknya dengan kemandirian yang teguh, membuatnya terus bisa sampai pada posisinya yang sekarang ini, terlepas dari keadaan tuna netra yang dialaminya

Meski demikian, ia mampu bermusik dengan menawan dan bahkan mampu bermain piano secara apik. Tentu ini menjadikannya musisi yang diidolakan oleh banyak kalangan sampai sekarang. berikut video Isn't She Lovely yang menjadi favorit kami berdua


Diambil dari berbagai sumber, -Mr huruf dan Mr.Kata-







Akankah kita bercinta dalam kealpaan semesta?
- Bukankah udara penuh hampa ingin harga? -
Mari, Dik, dekatkan hatimu pada api ini
Tapi jangan sampai terbakar sekali


Akankah kita utamakan percakapan begini?
- Bukankah bumi penuh suara inginkan isi? -
Mari, Dik, dekatkan bibirmu pada bisikan hati
Tapi jangan sampai megap napas bernyanyi


Bukankah dada hamparkan warna
Di pelaminan musim silih berganti
Padamu jua kelupaan dan janji


Akan kepermainan rahasia
Permainan cumbu-dendam silih berganti
Kemasygulan tangkap dan lari


Hebat ya.. kapan ya kami bisa bikin puisi se-'rumit' ini

Tes Tes Tes


Oke, hari ini mari kita mengintip sejenak negeri Iran (Persia)

The Islamic Republic of Iran








Pokoknya negara ini tuh keren!!
kenapa kerennya? pasti udh pd tau
ya liat aja di berita kan byk

Ternyata di Iran ada salju jg (bru tw)



Pokoknya keren, saking kerennya, negara ini sampe jd band beraliran Metal

Iran Maiden


(oh salah ya?)

Di Iran, setiap Bayi yg lahir sama pemerintahnya langsung dikasih tabungan 950 Dolar


sehabis itu setiap tahun rutin dikasih lg 95 Dolar sampai si bayi berumur 18 tahun
klo udah umur 20 tahun, tabungan itu bisa dipakai oleh si bayi

(bayi mana ada yg umurnya 20 tahun????)

tabungan itu bisa untuk biaya pendidikannya, perkawinan, kesehatan, atau perumahan

Gokil ga tuh? gila ga tuh??

klo di Ind***sia tiap bayi yg lahir udah dikasih beban utang sekitar 7,7 Juta Rupiah
itu berarti sekitar 856 dolar


Gokil ga tuh?? gila ga tuh??

baru aja lahir, udah dikasih beban utang sama pemerintahnya
sudah dikasih utang bahkan sebelum si bayi mengerti apa itu utang

Semoga bayi-bayi di Ind***sia bisa seperti bayi-bayi di Iran, kelak suatu saat

amin

ini sedikit persembahan untuk Iran, maaf klo jelek


Hari di pabrik nuklir


Kerja-kerja-kerja

Hak kita tidak mati suri

Sesungguhnya kawan, pada libur

yang menyisir pagi

Kita sentosa nian


Nyanyi-nyanyi-nyanyi

Hai kesini para pemudi

Lekas jari kita menampik

nada nada disana

Lihatlah dengan jemu


Kami lakukan apa yang kau bilang tabu


Pagi hari bersolek dihadapanku dengan tanda tanya
barangkali mumpung gerimis belum datang
dan kabut tidak menyambut, maka ia akan terus sejuk
sampai petang, sampai malam membasuh takut

"Aku menunggu salju!!" jawabku kepada pagi
sedang ia tidak menjawab, barulah disampaikannya
hidup yang mengkerut, sejuk yang dimaki-maki

oleh nona yang putus asa tadi malam
yang kemarin hatinya kusakiti

oleh duka yang meniban dalam kelam
dalam kasih yang hampir hampir mati

Maka berikanlah padaku salju,
yang putih yang tak kenal masa lalu
yang jernih yang tak parau melulu

Barangkali mumpung gerimis belum datang
akan kujambaki hitamku,
dalam rindang tubuhmu yang bersolek itu
semoga saja Tuhan menghembus-hembus restu

"Tak perlu kau beri aku cinta,
karena aku sudah lama punya"

tapi pagi itu tak berikanku salju
sudah tau ia putih itu ada di dadaku
Sedang ia kalungkanku bunga embun
bagai kaldu maaf

untuk nona yang putus asa tadi malam
yang kemarin hatinya kusakiti

Maka aku akan terus mencinta sampai nyawaku keram
kepada nona yang bagiku penuh arti


Depok, 2010


(Maaf klo jelek, mr. huruf masih amatir)

NAH
Mari kita simak karya Erlkönig dari Goethe

Erlkönig

Wer reitet so spät durch Nacht und Wind?
Es ist der Vater mit seinem Kind.
Er hat den Knaben wohl in dem Arm,
Er faßt ihn sicher, er hält ihn warm.

Mein Sohn, was birgst du so bang dein Gesicht? -
Siehst Vater, du den Erlkönig nicht!
Den Erlenkönig mit Kron’ und Schweif? -
Mein Sohn, es ist ein Nebelstreif. -

„Du liebes Kind, komm geh’ mit mir!
Gar schöne Spiele, spiel ich mit dir,
Manch bunte Blumen sind an dem Strand,
Meine Mutter hat manch gülden Gewand.“

Mein Vater, mein Vater, und hörest du nicht,
Was Erlenkönig mir leise verspricht? -
Sei ruhig, bleibe ruhig, mein Kind,
In dürren Blättern säuselt der Wind. -

„Willst feiner Knabe du mit mir geh’n?
Meine Töchter sollen dich warten schön,
Meine Töchter führen den nächtlichen Reihn
Und wiegen und tanzen und singen dich ein.“

Mein Vater, mein Vater, und siehst du nicht dort
Erlkönigs Töchter am düsteren Ort? -
Mein Sohn, mein Sohn, ich seh’ es genau:
Es scheinen die alten Weiden so grau. -

„Ich liebe dich, mich reizt deine schöne Gestalt,
Und bist du nicht willig, so brauch ich Gewalt!“
Mein Vater, mein Vater, jetzt faßt er mich an,
Erlkönig hat mir ein Leids getan. -

Dem Vater grauset’s, er reitet geschwind,
Er hält in den Armen das ächzende Kind,
Erreicht den Hof mit Mühe und Not,
In seinen Armen das Kind war tot.


--------------------------------------------------------------------------------------

Who rides so late through the Night and Wind?

It’s the father with his child;

He has the boy safe in his arm

He holds him secure, he holds him warm.


“My son, what makes you hide your face in fear?

Father, don’t you see the Erlking?

The Erlking with crown and flowing robe?

“My son, it’s a wisp of fog”


“You dear child, come along with me!

Such lovely games I’ll play with you

Many colorful flowers are at the shore

My mother has many a golden garment


My father, my father, and do you not hear

What the Erlking promises me so softly?

“Be quiet, stay quiet, my child

In the dry leaves the wind is rustling


“won’t you come along with me, my fine boy?

My daughters shall attend to you so nicely

My daughters do their nightly dance

And they’ll rock you and dance you and sing you to sleep


My father my father and do you not see over there?

Erlking’s daughters in that dark place?

“My son, my son, I see it most definitely

It’s the willow trees looking so grey


“I love you, I’m charmed by your beautiful form

And if you’re not willing, then I’ll use force.”

My father, my father now he’s grabbing hold of me!

Erlking has done me harm!


The father shudders, he rides swiftly

He holds in (his) arm the moaning child

He reaches the farmhouse with effort and urgency

In his arm the child was dead.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
NAH
Sekarang mari kita simak Perjalanan Malam-nya Goenawan Mohamad

PERJALANAN MALAM

Wer reitet so spaet durch Nacht und Wind?

Es ist der Vater mit Seinem Kind

-GOETHE

Mereka berkuda sepanjang malam,

Sepanjang pantai terguyur garam.

Si bapak memeluk dan si anak dingin,

Menembus kelam dan gempar angin.


Adakah sekejap ombak tertidur.

Atau takutkah ombak melimbur?

“Bapak, aku tahu langkah si hantu,

ia memburuku di ujung itu.”


Si bapak diam meregang sanggurdi,

merasakan sesuatu akan terjadi.

“Kita teruskan saja sampai sampai,

sampai tak lagi terbujur pantai.”


“Tapi ‘ku tahu apa nasibku,

lepaskanlah aku dari pelukmu.”

“Tahankan, buyung, dan tinggallah diam,

mungkin ada cahaya tenggelam.”


Namun si hantu tak lama nunggu :

dilepaskannya cinta (bagai belenggu)

si anak pun terbang ke sebuah cuaca :

“Bapak, aku mungin kangen disana.”

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam sajak ini si anak lebih tertarik untuk pergi ke dunia luar, ke dunia lain yang belum pernah dirasakannya sebelumnya, ia tidak peduli pada ketakutan akan sebuah hantu, yang ia ingikan adalah terbang, ke sebuah dunia baru yang dapat memberikan pengalaman baru baginya, sehingga lebih memilih terbang ke sebuah cuaca daripada sekedar duduk di pangkuan bapaknya.

“Tapi ‘ku tahu apa nasibku,

lepaskanlah aku dari pelukmu.”


Dalam sajak Goethe ini justru terbalik, si anak tidak mempunyai keinginan sekuat si anak dalam sajak Goenawan untuk terbang ke sebuah cuaca. si anak lebih sibuk merasakan keterkejutan nuansa asing dalam dirinya terhadap keberadaan sebuah hantu, yang di Jerman adalah sebuah hal yang cukup tabu, yang dilukiskan dalam sejarah2 eropa bahwa erlking hanyalah mitos belaka. Sajak Goenawan tidak mempermasalahkan hal ini, si anak tidak merasa amat takjub dan asing saat mengetahui keberadaan hantu karena di Indonesia hantu bukanlah hal yang sangat aneh. Terlihat si anak dalam sajak Goethe terdeskripsi sebagai anak yang lugu, yang justru merasa ada sesuatu yang ajaib, yang sangat tidak biasa ketika merasakan eksistensi hantu, dan keluguan inilah yang dimanfaatkan sang hantu untuk membujuk anak itu

„Du liebes Kind, komm geh’ mit mir!
Gar schöne Spiele, spiel ich mit dir,
Manch bunte Blumen sind an dem Strand,
Meine Mutter hat manch gülden Gewand.“

Dalam sajak Goenawan sang anak terdeskripsi sebagai anak yang mapan pemikirannya. Tipe-tipe orang yang ingin ‘merantau’ ke dunia lain. Sekalipun konsekuensinya adalah kematian.


si anak pun terbang ke sebuah cuaca :

“Bapak, aku mungin kangen disana.




Begitulah kira2 secuil perbedaannya, NAH kita akan melihat penceritaan yang senada namun berbeda dengan sajak perjalanan malam, yakni yang berjudul Sajak Buat Arti di tahun 1986 dan ada pula sajak-sajak yang juga menjelaskan hubungan si bapak yang kehilangan si anak, yang terdapat diantaranya dalam dua karya Goenawan Mohamad yang berjudul Buat H.J, dan Sajak Anak- Anak Mati, yang masing –masing pada tahun 1978 dan 1973.

-----------------------------------------------------------------------------------------

SAJAK BUAT ARTI

Semalam cemara laut

membaca peta pada pasir

dan beratus buih menyebut

entah siapa, seorang pasasir


Paginya kapal-kapal siap

menyembunyikan tiang menggigil

pilihan-pilihan yang tak lengkap

dalam musim dan bintang labil


Demikian itulah bermula

sebuah klise :

Seorang anak yang berkata,

“Aku pergi ke sebuah sore.”


Dan seperti semestinya

ia ke dermaga

dengan pantalon katun tua

meninggalkan ibunya


“Kudengar, ibu, layar bersingut

Kudengar garam berdesir

Kudengar palka menyusut

Kudengar hujan mengusir”


Adakah ia gentar?

Siapakah yang gentar?

Ibu tak hendak melambai

Hanya tangisnya menatap lantai


“Lihat, Bu, bayang-bayang

Lihatlah aku.

Sesuatu yang menghilang

Ketika senja sampai ke pintu


Esoknya tak tiba surat

karena ibu adalah menunggu

Kamar menatap. Cahaya berat.

Sebuah lampu. Sice tanpa tamu.


Cuma terdengar cemara laut

membaca cerita pada pasir

dan pantai yang melangut

melepaskan seorang pasasir

------------------------------------------------------------------------

BUAT H.J

Dengan teropong Galilei

kulihat bintang mati

kulihat planet-planet putih

menyisihkan diri


Kulihat juga cakrawala hitam

bergerak seperti malam

dan burung ketinggalan

dalam hujan menggeram


“Anakku,”

“Bapak.”

“Mungkin aku melihatmu.”

“Tidak, Bapak.”

-------------------------------------------------------

SAJAK ANAK-ANAK MATI

Tiga anak menari

tentang tiga burung gereja

Kemudian senyap

disebabkan senja


Tiga lilin kuncup

pada marmer meja

Tiga tik-tik hujan tertabur

seperti tak sengaja


“Bapak, jangan menangis”